travel

Bukit Sikunir : Surga Golden Sunrise di Atas Awan

Bukit Sikunir Dieng: Keindahan Alam Indonesia yang Jarang Diketahui

Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Lokasinya berada sekitar 30 menit dari kawasan utama Dataran Tinggi Dieng. Desa Sembungan sendiri sering disebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, dan ini memberikan nilai plus buat para pencari petualangan.

Alamat lengkapnya: Desa Sembungan, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354, Indonesia.

Untuk menuju ke sana, dari pusat kota Wonosobo kita tinggal mengikuti rute ke Dieng, lalu melanjutkan perjalanan sekitar 7 km menuju Desa Sembungan. Mobil kecil atau sepeda motor bisa masuk sampai parkiran, dan dari situ tinggal jalan kaki menanjak sekitar 30 menit.

Pertama Kali ke Sikunir, Rasanya Campur Aduk

Waktu pertama kali travel ke Bukit Sikunir, aku nggak tahu harus expect apa. Jujur aja, aku pikir ini cuma bukit biasa. Tapi begitu sampai di Desa Sembungan saat subuh, suasananya langsung bikin terpesona. Kabut tipis, udara dingin yang menusuk, dan kerlap-kerlip lampu tenda di sekitar danau bikin semuanya terasa magis.

Aku sempat bingung harus mulai mendaki jam berapa. Untungnya, warga sekitar ramah banget. Mereka nyaranin mulai jalan dari parkiran sekitar jam 4 pagi biar bisa dapet golden sunrise. Dan bener aja, waktu sampai puncak sekitar pukul 4.45, langit udah mulai jingga keemasan. Speechless!

Bukit Sikunir Dieng: Keindahan Alam Indonesia yang Jarang Diketahui

Perjuangan Mendaki di Tengah Dingin yang Menggigil

Trekking ke puncak Bukit Sikunir sebenarnya nggak terlalu ekstrem. Jalurnya udah tertata rapi dan banyak petunjuk arah. Tapi jangan remehin cuaca dinginnya! Waktu itu suhu sempat turun sampai 7 derajat. Kalau nggak siap baju hangat, bisa-bisa gigil kedinginan.

Di sepanjang jalan, aku beberapa kali berhenti. Selain ngos-ngosan, aku juga pengen nikmatin suasana. Ada titik-titik spot istirahat yang bisa dipakai buat ambil nafas. Nah, dari beberapa sudut jalur itu, kita udah bisa lihat kelip-kelip lampu kota di kejauhan. Rasanya kayak di negeri atas awan.

Golden Sunrise yang Terkenal Banget Itu Emang Nyata!

Sampai di puncak, aku duduk di pinggiran batu dan nunggu matahari muncul. Dan ketika matahari itu mulai menyembul perlahan dari balik awan, semua orang langsung bersorak pelan. Ada yang diem sambil mewek, ada juga yang langsung ngeluarin kamera.

Sunrise di Bukit Sikunir emang beda. Warna langitnya bisa berubah dari ungu ke jingga, lalu keemasan. Kalo cuaca cerah, kita bisa lihat 4 sampai 6 gunung sekaligus—Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, hingga Gunung Slamet.

Nggak heran sih kalo banyak yang bilang ini adalah spot sunrise terbaik di Jawa Tengah. Bahkan, beberapa orang bule yang aku temui di sana juga bilang, “This is better than Bromo.”

Tips Penting Biar Sunrise-an Kamu Nggak Gagal Total

Nah, buat kamu yang pengen ke Sikunir juga, aku mau bagi beberapa tips penting biar pengalaman kamu maksimal:

  1. Datang saat musim kemarau: Bulan Juni–September itu waktu terbaik. Cuaca cerah, dan sunrise-nya jelas banget.

  2. Datang lebih awal: Usahakan sampai di parkiran jam 3.30–4 pagi. Biar bisa trekking santai dan nggak rebutan spot di atas.

  3. Bawa senter atau headlamp: Karena trekking dilakukan pas gelap, penting banget bawa alat penerangan.

  4. Gunakan sepatu anti-slip: Jalurnya bisa licin terutama kalau malam habis hujan.

  5. Jangan lupa jaket tebal: Suhu bisa sangat dingin, bahkan menyentuh 5–6 derajat celcius.

Momen Kecil yang Tak Terlupakan

Waktu duduk di puncak sambil ngopi dari termos kecil yang aku bawa, aku ngerasa damai banget. Ada momen di mana semua orang hening, cuma suara alam yang terdengar. Kadang, hal sesederhana sunrise bisa bikin kita tersadar betapa kecilnya kita di hadapan semesta.

Aku sempat ngobrol juga sama pasangan lansia dari Jakarta yang rutin ke sini tiap tahun. Katanya, Sikunir itu punya energi positif yang susah dijelasin. Dan aku setuju banget sih. Karena setiap kali inget Sikunir, aku langsung pengen balik lagi.

Bukit Sikunir Dieng: Keindahan Alam Indonesia yang Jarang Diketahui

Apa Saja yang Bisa Dilakukan Setelah Sunrise?

Biasanya setelah sunrise, sebagian orang langsung turun. Tapi aku saranin buat santai dulu di puncak. Nikmati udara pagi yang bersih sambil sarapan roti atau pisang.

Setelah turun, bisa juga mampir ke Telaga Cebong yang berada tepat di bawah bukit. Kalau pagi hari, danau ini kayak cermin yang memantulkan cahaya matahari pagi. Cantik banget buat foto-foto.

Buat yang pengen eksplor lebih jauh, bisa juga lanjut ke kawasan wisata lain di Dieng seperti Kawah Sikidang, Candi Arjuna, atau Batu Pandang Ratapan Angin. Lokasinya nggak terlalu jauh dari Sikunir.

Bukit Sikunir Dieng: Keindahan Alam Indonesia yang Jarang Diketahui

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas yang Tersedia

Untuk masuk ke Bukit Sikunir, kamu cuma perlu bayar tiket masuk sekitar Rp15.000 per orang (harga bisa berubah tergantung musim). Parkir kendaraan juga cukup terjangkau, sekitar Rp5.000.

Fasilitas di sekitar sudah cukup lengkap:

  • Toilet umum tersedia di dekat area parkir

  • Warung-warung kecil yang jual kopi, teh, mie rebus, hingga nasi goreng

  • Mushola untuk yang ingin sholat subuh sebelum naik

  • Tempat penyewaan jaket dan sarung tangan

Semua fasilitas ini dikelola oleh warga Desa Sembungan, dan hasilnya dipakai buat menjaga kebersihan serta keamanan area wisata. Jadi kita juga ikut support ekonomi lokal, lho!

Bukit Sikunir untuk Healing? Kenapa Nggak!

Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, kadang kita butuh tempat yang nggak cuma indah, tapi juga memberikan ketenangan. Buat aku, Bukit Sikunir punya semua itu. Sunrise-nya luar biasa, udaranya sejuk, dan suasananya adem.

Nggak heran kalau banyak orang datang ke sini bukan sekadar buat foto-foto, tapi buat refleksi dan healing. Apalagi, jalur yang nggak terlalu ekstrem cocok juga buat pemula. Bahkan anak-anak usia 10 tahun pun bisa diajak, asal tetap diawasi.

Sikunir Bukan Cuma Tentang Sunrise

Setelah beberapa kali ke Sikunir, aku belajar satu hal penting: tempat ini bukan cuma tentang pemandangan. Tapi tentang proses menuju ke sana. Tentang bangun dini hari, mendaki di tengah dingin, lalu disambut oleh cahaya hangat dari matahari yang muncul perlahan.

Buat kamu yang sedang mencari tempat untuk rehat sejenak dari rutinitas, atau ingin merasakan keajaiban alam yang sederhana tapi menyentuh hati Bukit Sikunir bisa jadi jawabannya.
Baca Juga Artikel Berikut: Gunung Denali: Puncak Tertinggi Amerika Utara yang Menakjubkan

Author